Taman Sari Yogyakarta – Wisata Sejarah

Taman Sari Yogyakarta – Kawasan Yogyakarta memang selalu mengundang para wisawatan untuk menikmati rupa-rupa obyek wisatanya. Tak peduli, entah wisatawan lokal atau mancanegara. Mereka seolah sepakat bahwa Yogyakarta punya daya tarik spesial dalam hal pariwisata. Dan, seperti yang kita ketahui, Yogyakarta adalah sebuah kawasan yang dulu pernah menjadi pusat kerajaan Mataram Islam. Sebagai kerajaan, tentu segala kegiatan pemerintahan terpusat pada satu tempat, yaitu keraton. Hingga kini, keraton menjadi ikon paling utama dari Yogyakarta. Namun, tahukah kita, ada sebuah obyek wisata menarik, yang berunsur sejarah, selain keraton Yogyakarta?

Sejarah Taman Sari Yogyakarta

Tempat ini bernama Taman Sari. Taman Sari adalah situs bersejarah di Yogyakarta, yang dulu merupakan pemandian bagi para anggota kerajaan. Bangunan ini berdesain seni yang detil, rumit, dan khas dengan budaya Jawa. Pengunjung lokasi Tamansari seolah sepakat bahwa tempat tersebut merupakan istana air. Sebuah kolam air cukup luas, terbangun di sebuah sudut tempat. Dan, menurut cerita yang berkembang, dulu raja-raja Mataram Islam punya tradisi khusus. Mereka selalu mandi di kolam tersebut setiap bulan-bulan tertentu. Setiap ritual mandi, mereka selalu diiringi dengan lengkingan alat-alat musik gamelan yang terdengar dari sejumlah bangunan kecil, yang berada di kanan dan kiri kolam pemandian.

Taman Sari Yogyakarta

Berdasarkan kisah sejarah Taman Sari Yogyakarta, Istana Air Tamansari ada sejak abad 18 M. Ketika itu, Sultan Hamengkubuwono I meminta sejumlah prajuritnya membangun sebuah tempat yang terdapat kolam pemandiannya. Pun sebagai pelengkap, dibangunlah juga bangunan-bangunan di sekeliling pemandian, yang juga dimanfaatkan sebagai sarana beristirahat raja dan anggota kerajaannya.

Ada beberapa bangunan yang hingga kini masih terpelihara. Sebut saja, Gedhong Gapura Hageng (Hageng = besar) yang berada dekat dengan gerbang masuk. Ada lagi Umbul Pasiraman (sekarang ada kolam pemandiannya), Sumur Gemuling (Gumuling), Gedhong Gapura Panggung (kolam yang terhubung dengan bangunan yang serupa, di sisi kiri dan kanan kolam), serta bangunan lain yang mencirikan tempat tersebut sebagai situs peninggalan Kerajaan Mataram Islam.

Dahulu, ada tempat luas, berupa taman hijau nan sejuk, yang berada di antara istana air Tamansari dan Sumur Gemuling. Keberadaan taman ini semakin menjadikan lokasi Tamansari, terlihat cantik, indah, representatif untuk segala kegiatan hiburan raja dan anggota kerajaan. Namun, kini keberadaan taman yang dahulu terkenal keindahannya, hanya berupa taman kecil yang tak seindah dahulu.

Mengunjungi Taman Sari Yogyakarta yang bersejarah ini akan menambah nilai edukasi bagi setiap pengunjungnya. Baik tentang sejarah pendiriannya maupun sejarah perkembangan kerajaan Mataram Islam yang tumbuh di wilayah Yogyakarta. Setiap pengunjung dikenakan tarif masuk sebesar Rp 5.000. mereka bisa bebas menikmati dan melihat seisi komplek bangunan. Tak lupa, ada beberapa orang yang bisa dijadikan sebagai pemandu wisata. Mereka akan menginformasikan kepada kita apa saja yang terkait dengan bangunan tersebut.

Pencarian Pengunjung:

sejarah taman sari, taman di simalingkar, taman baru di simalingkar, taman di simalingkar medan,

Tags: , , ,

Taman Sari Yogyakarta – Wisata Sejarah | Nia Elisa | 4.5